Apa Itu Gereja Ortodoks?

Apa Itu Gereja Ortodoks?

Gereja Ortodoks adalah salah satu tradisi Kristen tertua di dunia yang mengklaim mempertahankan iman dan ajaran yang diwariskan langsung dari Yesus Kristus melalui para rasul. Kata "Ortodoks" berasal dari bahasa Yunani, yaitu orthos yang berarti "benar" dan doxa yang berarti "kemuliaan", "ibadah", atau "ajaran". Secara umum, Ortodoks dapat diartikan sebagai ajaran yang benar atau ibadah yang benar.

Bagi banyak orang, Gereja Ortodoks mungkin masih terdengar asing dibandingkan Gereja Katolik atau gereja-gereja Protestan. Padahal, Gereja Ortodoks memiliki sejarah yang sangat panjang, liturgi yang kaya, tradisi yang mendalam, dan jutaan umat yang tersebar di berbagai negara.

Artikel ini akan membahas secara lengkap mengenai Gereja Ortodoks, mulai dari sejarah, kepercayaan, ibadah, sakramen, hingga alasan mengapa tradisi ini tetap bertahan selama hampir dua ribu tahun.


Sejarah Singkat Gereja Ortodoks

Gereja Ortodoks berakar langsung pada komunitas Kristen pertama yang dibentuk oleh para rasul setelah kebangkitan Yesus Kristus. Pada abad pertama, para rasul menyebarkan Injil ke berbagai wilayah seperti Yerusalem, Antiokhia, Aleksandria, Efesus, Korintus, Roma, dan Konstantinopel.

Selama beberapa abad pertama, Gereja berkembang sebagai satu kesatuan meskipun memiliki banyak pusat kepemimpinan.

Namun pada tahun 1054 terjadi peristiwa yang dikenal sebagai Skisma Besar (Great Schism), yaitu perpecahan antara Gereja Barat yang dipimpin oleh Paus di Roma dan Gereja Timur yang kemudian dikenal sebagai Gereja Ortodoks.

Sejak saat itu, Gereja Ortodoks berkembang secara mandiri dengan tetap mempertahankan tradisi kuno yang telah diwariskan sejak zaman para rasul.


Apa yang Dipercayai Gereja Ortodoks?

Gereja Ortodoks percaya kepada:

  • Allah Tritunggal (Bapa, Putra, dan Roh Kudus)
  • Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat
  • Kebangkitan Kristus
  • Kehidupan kekal
  • Keselamatan melalui kasih karunia Allah
  • Kitab Suci sebagai Firman Allah
  • Tradisi Suci yang diwariskan para rasul

Menurut Gereja Ortodoks, Kitab Suci dan Tradisi Suci tidak dipisahkan, melainkan saling melengkapi sebagai sumber iman.


Alkitab dalam Gereja Ortodoks

Gereja Ortodoks menggunakan Alkitab yang mencakup Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.

Perjanjian Lama dalam tradisi Ortodoks memiliki beberapa kitab tambahan yang juga digunakan oleh Gereja Katolik, seperti:

  • Tobit
  • Yudit
  • Kebijaksanaan Salomo
  • Sirakh
  • Barukh
  • Makabe

Kitab-kitab tersebut dikenal sebagai Deuterokanonika.


Liturgi Ilahi

Ibadah utama Gereja Ortodoks disebut Liturgi Ilahi.

Liturgi bukan hanya sekadar kebaktian, tetapi dianggap sebagai perjumpaan umat dengan Allah.

Dalam Liturgi terdapat:

  • Pembacaan Kitab Suci
  • Nyanyian rohani
  • Doa bersama
  • Persembahan
  • Ekaristi

Sebagian besar doa dinyanyikan tanpa alat musik karena suara manusia dianggap sebagai instrumen terbaik untuk memuliakan Tuhan.


Ikon dalam Gereja Ortodoks

Salah satu ciri khas Gereja Ortodoks adalah penggunaan ikon.

Ikon bukanlah benda untuk disembah.

Sebaliknya, ikon dipandang sebagai sarana untuk mengingat Kristus, Bunda Maria, para malaikat, dan para kudus.

Ikon membantu umat memusatkan perhatian ketika berdoa.


Tujuh Sakramen

Gereja Ortodoks mengenal tujuh sakramen utama.

  1. Baptisan
  2. Krisma
  3. Ekaristi
  4. Pengakuan dosa
  5. Pengurapan orang sakit
  6. Pernikahan
  7. Tahbisan

Semua sakramen dipandang sebagai karya kasih karunia Allah.


Tradisi Puasa

Puasa memiliki peranan penting dalam kehidupan umat Ortodoks.

Beberapa masa puasa antara lain:

  • Puasa Agung sebelum Paskah
  • Puasa Natal
  • Puasa Para Rasul
  • Puasa Dormition

Puasa bukan hanya menahan makanan, tetapi juga melatih kerendahan hati dan pertobatan.


Mengapa Gereja Ortodoks Memiliki Banyak Ikon?

Ikon memiliki makna teologis yang dalam.

Ikon dianggap sebagai "jendela menuju surga" karena mengingatkan umat kepada kehidupan Kristus dan para kudus.

Penghormatan kepada ikon berbeda dengan penyembahan.

Penyembahan hanya diberikan kepada Allah.


Struktur Gereja Ortodoks

Tidak seperti Gereja Katolik yang dipimpin oleh satu Paus, Gereja Ortodoks terdiri dari beberapa Gereja lokal yang bersifat mandiri (autocephalous).

Masing-masing dipimpin oleh Patriark atau Uskup Agung.

Meskipun demikian, seluruh Gereja Ortodoks tetap memiliki iman dan ajaran yang sama.


Negara dengan Umat Ortodoks Terbanyak

Gereja Ortodoks berkembang di berbagai negara, antara lain:

  • Yunani
  • Rusia
  • Serbia
  • Bulgaria
  • Rumania
  • Georgia
  • Siprus
  • Ukraina
  • Mesir
  • Lebanon

Saat ini komunitas Ortodoks juga berkembang di Indonesia dan berbagai negara Asia lainnya.


Perbedaan Ortodoks, Katolik, dan Protestan

Beberapa perbedaan utama meliputi:

  • Kepemimpinan gereja
  • Tradisi liturgi
  • Kalender gereja
  • Penggunaan ikon
  • Penekanan terhadap Tradisi Suci

Meskipun berbeda, ketiganya tetap mengakui Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat.


Mengapa Liturgi Ortodoks Terlihat Berbeda?

Bagi orang yang baru pertama kali menghadiri Liturgi Ortodoks, suasananya mungkin terasa sangat berbeda.

Hal ini karena Gereja Ortodoks mempertahankan banyak unsur ibadah kuno yang telah digunakan selama berabad-abad, seperti:

  • Dupa
  • Lilin
  • Ikon
  • Nyanyian tanpa alat musik
  • Pembacaan doa yang panjang

Semua unsur tersebut bertujuan membantu umat mengarahkan hati kepada Allah.


Kehidupan Rohani dalam Gereja Ortodoks

Umat Ortodoks diajak menjalani kehidupan rohani melalui:

  • Doa harian
  • Membaca Kitab Suci
  • Mengikuti Liturgi
  • Berpuasa
  • Mengasihi sesama
  • Bertobat
  • Melakukan karya kasih

Tujuan hidup Kristen menurut Gereja Ortodoks adalah semakin bersatu dengan Allah melalui kasih karunia-Nya.


Mengapa Banyak Orang Tertarik pada Gereja Ortodoks?

Beberapa alasan yang sering disebut antara lain:

  • Sejarahnya sangat tua
  • Liturginya indah
  • Tradisinya terjaga
  • Penekanannya pada kehidupan doa
  • Kekayaan teologi para Bapa Gereja

Banyak orang merasa bahwa Gereja Ortodoks menawarkan pengalaman spiritual yang mendalam dan berakar kuat pada tradisi Kristen awal.


Kesimpulan

Gereja Ortodoks merupakan salah satu tradisi Kristen tertua yang tetap mempertahankan iman para rasul hingga saat ini. Dengan sejarah hampir dua ribu tahun, liturgi yang kaya, sakramen yang bermakna, serta kehidupan doa yang mendalam, Gereja Ortodoks terus menjadi rumah rohani bagi jutaan umat di seluruh dunia.

Bagi siapa pun yang ingin mengenal Kekristenan dari perspektif sejarah dan tradisi kuno, mempelajari Gereja Ortodoks adalah langkah yang sangat berharga. Melalui pemahaman yang benar, kita dapat lebih menghargai kekayaan warisan iman Kristen dan melihat bagaimana tradisi ini tetap hidup serta relevan di era modern.


FAQ

Apakah Gereja Ortodoks termasuk Kristen?
Ya. Gereja Ortodoks adalah salah satu cabang utama Kekristenan.

Apakah Gereja Ortodoks menyembah ikon?
Tidak. Ikon dihormati sebagai sarana untuk mengingat Kristus dan para kudus, bukan untuk disembah.

Apakah Gereja Ortodoks memiliki Paus?
Tidak. Gereja Ortodoks dipimpin oleh beberapa Patriark dan Uskup Agung dari Gereja-Gereja lokal yang mandiri.

Apakah orang non-Ortodoks boleh mengunjungi Gereja Ortodoks?

Ya. Siapa pun umumnya dipersilakan menghadiri ibadah sebagai pengunjung dengan menghormati tata tertib gereja. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa Itu Liturgi Ilahi? Penjelasan Lengkap tentang Ibadah Gereja Ortodoks

Mengenal 12 Hari Raya Besar dalam Gereja Ortodoks